Blind No More

Pada abad ke-19, Robert Ingersoll adalah seorang pembicara yang terkenal dan agnostik. Dia akan memberikan pidato populer tentang mengapa dia meragukan keberadaan Tuhan. Sebelum satu orang, dia membaca surat yang baru-baru ini dia terima dari seorang teman lama.

Dalam surat itu, temannya melanjutkan untuk membahas menikah, menjadi ayah, dan kehilangan segalanya karena alkohol.

Suatu malam dia pingsan di jalan, dan dibawa oleh beberapa orang baik hati yang membantunya menjadi sadar. Mereka memberi tahu dia bahwa Yesus dapat membantunya mengatasi kecanduannya, dan mereka membantunya membuat permulaan baru.

Dalam surat itu dia menantang Ingersoll untuk mempertimbangkan kembali keyakinannya, menceritakan bahwa imannya yang baru menyelamatkan keluarganya, pernikahannya, dan membebaskannya dari alkoholisme.

Ingersoll berhenti setelah membaca surat itu kepada orang banyak. Dia kemudian menyatakan dia tidak bisa berbicara tanpa niat jahat melawan kekuatan iman seperti ini. Dia mengatakan dia tidak dapat menemukan kesalahan dalam Kristus. Apa yang dia temukan bermasalah meskipun dia akan katakan, adalah orang yang tidak mempraktekkan apa yang mereka khotbahkan. Untuk jenis orang yang akan dia katakan, apakah pidato-pidatonya diarahkan.

Paulus menyatakan, "Setiap kali seseorang berbalik kepada Tuhan, tabir akan dihapus" (2 Korintus 3:16). Tabir yang ia maksud memiliki nuansa makna, tetapi pikiran utamanya di sini adalah kebutaan rohani.

Kebutaan di sini adalah ketidakmampuan untuk melihat bahwa seseorang membutuhkan penyelamat, dalam berpikir bahwa dengan usaha sendiri seseorang dapat menjadi sempurna dengan berusaha cukup keras untuk menyenangkan Tuhan. Paulus berkata bahwa ada cara lain untuk hidup, yang mudah, yaitu kebebasan. Adalah dalam melihat bahwa tidak seorang pun atau dapat menjadi sempurna, dan dalam menyadari bahwa di dalam Kristus kita tidak harus menjadi karena anugerah lebih besar dari semua dosa kita.

Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa hanya di dalam Kristus cadar dihapus, dan ketika itu, orang buta rohani sekarang dapat melihat. Mereka dapat melihat bahwa dosa-dosa mereka diampuni, mereka dapat melihat bahwa Tuhan memiliki kepentingan terbaik mereka dalam hati, tetapi kebanyakan dari mereka dapat melihat bahwa mereka tidak harus terus berjuang untuk menjadi cukup baik atau cukup beragama, mereka dapat beristirahat di mengetahui bahwa Yesus mengampuni, dia mengubah kita, dia tinggal di dalam kita, dan dia membuat kita di atas batu karang yang lebih tinggi.

Ketika kita memiliki pemandangan seperti itu, maka kita akan mempraktekkan apa yang kita khotbahkan, karena kita akan mengalihkan pandangan kita dari diri kita, dan hanya melihat Yesus, penulis dan penuntas dari iman kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *